Latest Posts
Showing posts with label Info Dan Tips. Show all posts
Showing posts with label Info Dan Tips. Show all posts

Monday, 23 January 2017

Ternyata Beginilah Seharusnya Menyikapi Al Quran Yang Rusak Atau Salah Cetak

No comments:

MENYIKAPI AL QURAN YANG RUSAK ATAU SALAH CETAK

Uraian di bawah ini berisi tanya jawab dan fatwa seputar menyikapi Al Quran yang rusak atau terdapat kesalahan dalam cetakannya.

1) Tanya: Saya mempunyai mushaf Al Quran yang lembaran kertasnya terkoyak-koyak, maka apakah yang harus saya lakukan? Apakah saya boleh menguburnya dalam tanah atau tidak?

Jawab: Dibolehkan bagi anda untuk menguburnya di tanah masjid mana saja, dan dibolehkan juga untuk membakarnya, mengikuti apa yang diperbuat oleh Utsman radhiyallahu 'anhu.
Sumber: Fatwa no. 968

2) Tanya: Bagaimana cara agar menjaga sobekan dari mushaf dan kitab-kitab lain yang terdapat ayat-ayat Al Quran di dalamnya?

Jawab: Sobekan dari mushaf Al Quran dan kitab-kitab serta kertas yang terdapat padanya ayat-ayat Al Quran hendaknya dikubur di tempat yang baik, jauh dari tempat lewatnya manusia, tempat pembuangan sampah atau kotoran, atau kertas tersebut dibakar dalam rangka menjaga dari penghinaan berdasarkan perbuatan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. 
Sumber: Fatwa no. 4660

3) Tanya: Apakah dibolehkan membakar mushaf Al Quran yang rusak atau didapati kesalahan cetak kemudian menguburnya?

Jawab: Jikalau telah usang kertas mushaf tersebut dan telah banyak dari bacaannya yang sobek misalkan, atau sudah tidak layak lagi dipergunakan atau rusak karena adanya kesalahan dalam penulisan atau pencetakan dan tidak mungkin untuk diperbaiki, maka boleh langsung menguburnya tanpa dibakar terlebih dahulu atau boleh pula membakarnya lalu menguburnya di tempat yang jauh dari kotoran dan tempat lewatnya kaki manusia dalam rangka menjaga dari penghinaan dan menjaga Al Quran dari adanya kekaburan (kesamaran) atau perubahan atau perbedaan yang disebabkan tersebarnya mushaf yang terdapat kesalahan dalam penulisannya atau pencetakannya.

Sungguh telah disebutkan dalam Bab Pengumpulan Al Quran di Shahih Al Bukhari bahwasanya Utsma radhiyallahu 'anhu memerintahkan empat orang pilihan dari qurro' (para pembaca atau penghafal) Al Quran dari kalangan para sahabat untuk menuliskan mushaf dari mushaf yang pernah dikumpulkan atas perintah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Maka pada saat mereka telah menyelesaikan penyusunannya, maka Utsman mengirim kepada setiap wilayah mushaf yang mereka tulis. Kemudian beliau memerintahkan mushaf-mushaf Al Quran yang selain itu untuk dibakar, dan tidak ada seorangpun dari para sahabat yang mengingkarinya, kecuali diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud mengingkarinya akan tetapi yang beliau ingkari adalah membatasi manusia hanya pada mushaf yang dikirim oleh Utsman ke daerah tersebut, bukan mengingkari perbuatan membakar mushaf (yang tidak dipakai). 
Sumber: Fatwa no. 176


[Diterjemahkan oleh Ust. Abu Abdillah M. Rifa'i, dari kitab Fatawa Lajnah Ad-Daaimah lilbuhuts al-Ilmiyah wal Ifta' jilid ke 4 bagian tafsir halaman 138 - 142]
Continue Reading...

Thursday, 19 January 2017

Kompetisi Al Quran, Perlukah ???

No comments:



KOMPETISI AL QURAN, PERLUKAH ???

Keikhlasan adalah harta yang paling berharga yang tidak semua umat Islam memilikinya. Sulit sekali menggapai derajat ikhlas, baik dari kalangan awam maupun ulama dan ahli ibadah. Karena dari keikhlasan, akan lahir rasa khusyu' dalam beramal. Oleh karena pentingnya dan sulitnya keikhlasan itu, maka Islam mengajarkan kepada kita untuk menjauhi segala hal yang dapat menjadi sarana (wasilah) rusaknya rasa ikhlas seseorang.

Banyak sekali pintu yang dapat menjadi wasilah rusaknya keikhlasan seseorang. Salah satunya adalah ambisi akan ketenaran dan haus pujian. Dua perkara ini jelas berpotensi besar untuk menjadi wasilah rusaknya keikhlasan seseorang, dan menjerumuskan pelakunya kepada dosa sum'ah, ujub, dan riya dalam segala yang diperbuatnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sering mengingatkan umatnya untuk selalu menjauhi segala hal, situasi dan kondisi, yang dapat menjadikan seseorang menjadi terkenal di tengah-tengah manusia, disebabkan ketenaran akan membinasakan manusia apabila manusia itu tidak dapat bersabar, dan ketidaktenaran akan lebih menjauhkan seseorang dari fitnah dunia dan lebih menjaga keikhlasannya kepada Allah Azza wa Jalla.

Para ulama salaf mengingatkan dengan ucapannya, "Kesenangan untuk tampil akan mematahkan punggung". Maknanya adalah siapapun yang berambisi mencari ketenaran dan selalu ingin tampil di depan, maka yang demikianlah yang akan membinasakan dirinya. Dia akan menghalalkan segala cara demi mewujudkan nafsu dan ambisinya, sehingga akhirnya dia hanya menjadi budak nafsunya sendiri dan digiring berjalan menuju kebinasaannya.

Sungguh, sekali lagi, telah jelas bagaimana Allah membinasakan manusia yang demikian cinta akan dunia. Dan Allah mencintai hamba-Nya yang bertakwa dan menyembunyikan dirinya. Maksud menyembunyikan dirinya adalah menyembunyikan segala amal ibadahnya dan tidak mempertontonkan amal ibadah dan kemahirannya di depan umum, kecuali dalam keadaan yang dibolehkan oleh Allah. Pahala dari amal ibadah yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dilipatgandakan oleh Allah dibandingkan yang dilakukan secara terang-terangan, walaupun keduanya sama-sama ikhlas. Hal ini disebabkan keikhlasan amal ibadah yang tersembunyi lebih terjaga daripada yang terang-terangan. Dan para sahabat dan ulama terdahulu telah menjalankannya agar dapat menjadi teladan bagi kita.

Namun, alangkah mirisnya di jaman sekarang, merebaknya kemungkaran dengan menjadikan ibadah sebagai ajang kompetisi, dengan berusaha menjadi yang terbaik atau ahlinya, bukan karena Allah, tapi semata karena urusan prestise dunia dan ketenaran. Dalam hal ini tidak hanya kompetisi Al Quran saja, melainkan kompetisi lainnya seperti adzan, ceramah, dan semacamnya. Jelas sekali bahwa pesertanya amat dekat dengan riya dan sum'ah, serta ambisi untuk memenangkan kompetisi tersebut demi mendapatkan dunia (hadiah) dari amal ibadah yang dikerjakannya. Adapun perlombaan keagamaan bagi anak kecil dengan tujuan untuk melatih , membiasakan dan menanamkan semangat serta kecintaan terhadap Islam, maka tidak mengapa, selama tidak ada unsur perjudian di dalamnya.
Wallahu a'lam.
Continue Reading...

Thursday, 12 January 2017

Kurma, Penguat Hafalan Yang Ampuh

No comments:

KURMA, PENGUAT HAFALAN YANG AMPUH

Menjadi penghafal Al Quran tentunya merupakan keinginan setiap mukmin. Ditambah lagi bila mendengar berbagai keutamaan yang akan diterima oleh penghafal Al Quran baik di dunia maupun akhirat, rasanya jadi ingin cepat-cepat hafal 30 Juz. Tapi kenyataannya, menghafal Al Quran tidaklah semudah menghafal lagu. Butuh pengorbanan harta, jiwa, raga dan waktu. Banyak yang gagal di tengah jalan karena tidak sanggup bersabar.

Semua memang dasarnya tergantung tekad masing-masing. Namun, bermodal tekad saja tidaklah cukup loh. Butuh faktor pendorong dari luar diri. Salah satunya yaitu makan makanan yang dapat menambah atau memperkuat daya hafal. Banyak vitamin atau obat-obatan yang beredar di luar sana dengan berbagai macam merk dan harga. Tapi, tahukah sobat kalau ternyata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sudah memberikan solusi makanan terbaik untuk penguat hafalan, yaitu buah kurma.

Bicara tentang kurma, pasti nuansanya identik dengan bulan Ramadhan, biasa kita temui saat santap sahur atau berbuka. Nah, ternyata kurma memiliki banyak manfaat. Dalam kitab Ta'lim Muta'alim dijelaskan bahwa buah kurma bisa membantu menguatkan daya hafal.

Kurma adalah buah yang memiliki banyak kandungan senyawa yang bagus. Sebanyak 89 mikrogram kurma bisa menyamai kandungan 200 gram buah segar. Mengkonsumsi kurma otomatis dapat mengurangi pendarahan. Kandungan zat besi dan tembaga di dalam kurma dapat mencegah anemia, serta solusi yang amat baik untuk membantu proses penyembuhan penderita Demam Berdarah atau yang biasa kita sebut DBD, karena ternyata kandungan kalsium, natrium, dan kaliumnya dapat membantu menjaga kestabilan darah.

Kurma juga mengandung serat. Mengkonsumsi kurma secara rutin dapat meningkatkan kadar kolestrol baik. Kurma juga dapat mengikat bahan kimia yang tidak terpakai dalam usus dan mencegah kanker usus. Memakan tujuh buah kurma dapat menangkal racun dan sihir. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu tidak akan terkena racun dan sihir." [HR. Bukhari no. 5769 dan Muslim no. 2047]

Al Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah di dalam Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari cetakan Daar Abi Hayyan 1416 H menukil perkataan Imam Al-Khathabi tentang keistimewaan kurma ajwa; "Kurma Ajwa bermanfaat  untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan doa keberkahan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri."

Kurma ajwa adalah salah satu jenis kurma yang berasal dari Madinah. Sering disebut juga dengan "kurma nabi". Bentuknya bagus, padat namun agak keras. Akan tetapi, kurma ajwa dikenal sebagai kurma yang paling lezat, harum dan juga empuk.

Selain buahnya, biji kurma juga dapat dimanfaatkan sebagai kopi, karena mengandung anti oksidan. Jadi tidak perlu khawatir kecanduan kopi hingga merusak tubuh. Solusi yang bagus untuk para pecinta kopi nih.

Nah, sekarang kembali lagi ke topik kita, hendaknya orang yang sedang proses menjadi hafizh mengetahui betapa pentingnya asupan baginya sehngga memudahkan jalannya agar mencapai tujuannya untuk menjadi hafizh, dan betapa bermanfaatnya buah kurma yang menjadi anjuran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Jadi, tunggu apalagi? Ayo segera berburu buah kurma dan mengkonsumsinya!!! Kawan-kawan dapat mengunjungi web Berhijrah Store di http://berhijrahstore.blogspot.co.id/ untuk mendapatkan info atau order produk-produk kurma dengan harga yang terjangkau dan tentunya berkualitas.
Continue Reading...

Monday, 2 January 2017

Hukum Memperdengarkan Bacaan Al Quran Tanpa Disimak

No comments:





HUKUM MEMPERDENGARKAN BACAAN AL QURAN TANPA DISIMAK


Ulama hadits abad ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani pernah ditanya; apabila dalam suatu majelis (perkumpulan orang) diperdengarkan bacaan murottal dalam bentuk kaset audio tetapi orang-orang yang hadir dalam majelis tersebut tidak menyimak dan lebih banyak mengobrol. Siapakah yang berdosa dalam hal ini, yang memutar bacaan Al Quran atau yang mengobrol???

Jawaban:

Apabila majelis tersebut memang majelis dzikir dan ilmu yang di dalamnya ada tilawah Al Quran, maka siapapun yang hadir dalam majelis itu  wajib diam dan menyimak bacaan tersebut. Dan berdosa bagi siapa saja yang sengaja mengobrol atau tidak menyimak bacaan tersebut. Dalilnya adalah Al Quran surah Al A'raaf: 204.

Adapun jika majelis tersebut bukan majelis ilmu dan dzikir, serta bukan majelis tilawah Al Quran, melainkan hanya kumpul-kumpul biasa sekedar untuk mengobrol, diskusi, bekerja, belajar ataupun pekerjaan lainnya, maka dalam situasi seperti ini tidak boleh mengeraskan bacaan Al Quran baik secara langsung atau lewat pengeras suara (kaset), sebab hal ini berarti memaksa orang lain untuk ikut mendengarkan Al Quran, padahal mereka sedang memiliki kesibukan lain dan tidak siap untuk mendengarkan bacaan Al Quran. Jadi dalam keadaan seperti ini yang salah dan berdosa adalah orang yang memperdengarkan kaset murotal tersebut.

Di dalam masalah ini, ada sebuah contoh. Misalnya kita sedang melewati sebuah jalan, yang di jalan tersebut terdengar suara murotal yang keras yang berasal dari toko kaset. Begitu kerasnya suara murotal itu hingga suaranya memenuhi jalan.

Apakah dalam keadaan ini kita wajib diam untuk mendengarkan bacaan Al Quran yang tidak pada tempatnya itu? Jawabannya tentu saja "TIDAK". Dan kita tidak bersalah ketika kita tidak mampu untuk menyimaknya.

Yang bersalah dalam hal ini adalah yang memaksa orang lain untuk mendengarkannya dengan cara memutar keras-keras kaset murotal tersebut dengan tujuan untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat agar mereka tertarik untuk membeli dagangannya.

Dengan demikian, mereka telah menjadikan Al Quran ini seperti seruling (nyanyian) sebagaimana telah dinubuwahkan dalam sebuah hadits shahih (Ash Shahihah No. 979). Kemudian mereka itu juga menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang rendah sebagaimana yang dilakukan oleh orang Yahudi dan Nasrani, hanya cara atau kaidahnya saja yang berbeda. Sebagaimana termaktub dalam QS. At Taubah: 9.

(Dinukil dari Tanya Jawab Dalam Memahami Al Quran, Syaikh Al Albani, dengan perubahan seperlunya)
Continue Reading...

Friday, 30 December 2016

Tips Jitu Menghafal Al Quran

2 comments:

TIPS JITU HAFAL AL QURAN


Ketika seseorang baru menghafal Al Quran, biasanya inginnya instan alias cepat hafal dan cepat jadi hafizh. Tujuannya macam-macam, dan yang umum adalah agar bisa berbangga-bangga dengan status hafalannya.

Disinilah letak kesalahannya, mengapa banyak orang berguguran saat fase menghafal, lantaran niat awal yang salah. Maka, amat penting meluruskan niat menghafal Al Quran, bukan lantaran karena tujuan utamanya dunia, akan tetapi haruslah akhirat yang menjadi tujuan utamanya. Sedangkan berbagai kenikmatan yang diterima di dunia, anggaplah sebuah bonus dari Allah. Cintai Al Quran dengan sepenuh hati, seakan jika kehilangannya maka seperti kehilangan seorang kekasih, serasa dunia telah usai.

Ketika seseorang menghafal, seringkali tergesa-gesa. Hanya mengulang 4 hingga 5 kali, lalu merasa cukup dan langsung lanjut ke ayat atau surat berikutnya. Padahal inilah yang salah !!!

Kawan
Menghafal itu sebuah proses, bukan jual beli. Dan hendaklah sebuah proses itu dinikmati, diresapi dan dihayati. Rasakan hingga ayat-ayat itu menyatu dengan darah daging kita, dan tertancap kuat di hati. Jangan sekali-kali berpikir untuk mempercepat proses menghafal, karena jika demikian biasanya hafalan akan cepat hilangnya. Percuma jika cepat hafal namun cepat pula lupanya. Ketika diuji hafalan, maka buruklah hasilnya. Oleh karena itu, pentingnya menghayati hafalan,adalah hal yang harus dijalani. Jika Surah An Naba ada 40 ayat, maka untuk menghafalnya setidaknya habiskan waktu sebulan, sembari meresapi kandungan surat tersebut. Jangan malu menghafal satu hari satu ayat. Malu lah saat hafalan sudah 30 juz namun hanya 30 surat yang kita hafal dan mengerti maknanya.

Cari info dan pelajari tentang keutamaan menghafal dan membaca Al Quran, untuk menambah motivasi dalam diri. Saat kita mengulang-ulang bacaan untuk menghafalnya, maka pahala kita pun akan terus bertambah.

Menghafal itu ibarat menabung harta yang nilainya tak pernah berkurang. Layaknya menabung di Bank, seringkali ada bonus yang diberikan tunai oleh Allah di tengah prosesnya. Pencairan bonus yang diberikan Allah di dunia tidak mengurangi takaran bonus yang kita terima di akhirat kelak. Seringkali bonusnya luar biasa, dan biasanya sesuai dengan yang diminta. Yang ingin hutangnya lunas, ingin pendidikan yang tinggi, ingin kaya, atau bahkan ingin dapat jodoh dan ingin segera menikah, bisa minta sebagai bonus menghafal di dunia. Hal demikian boleh dilakukan, dan bukan bagian dari ketidak ikhlasan.

Yuk, dari sekarang kita mulai menghafal Al Quran, agar kelak kita dapat menjadi ahlul quran dan mendapat syafaat di akhirat dari Al Quran...
Continue Reading...

Wednesday, 7 December 2016

Selamat Datang Wahai Para Penuntut Ilmu


MARHABAN BI THOLIBIL 'ILMI


Sesuatu yang sangat mulia, berharga nan tak ternilai harganya, pastilah butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkannya. Harus melalui jalan yang panjang dan berliku serta banyak halang rintangan. Dan ketahuilah, itulah ilmu agama Islam. Suatu hal di dunia ini yang tidak ada yang lebih mulia daripada itu.

Maka siapapun yang ingin mendapatkannya, dia harus siap membayarnya dengan rasa letih. Harus rela mengorbankan sebagian waktu tidurnya dan mengorbankan sebagian besar kelezatan duniawi demi menguasai ilmu syar'i.

Telah banyak kita dapatkan contoh-contoh pengorbanan dari ulama terdahulu. Salah satunya seperti yang dinukilkan oleh Ibnu Jauzi, yang harus rela menahan keinginan terhadap sebuah makanan sampai bertahun-tahun lamanya, karena tidak mampu membelinya lantaran waktu penjualan makanan tersebut bentrok dengan waktu belajarnya.

Seperti halnya orang yang ingin memperoleh mutiara yang sangat indah di dalam lautan, maka ia harus siap menyelami dalamnya lautan itu berikut merasakan bahayanya. Begitu pula orang yang ingin mendapatkan madu dari sarang lebah di atas pohon, maka ia harus rela memanjat pohon itu dan disengat oleh lebah.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Asy Syafi'i dalam kitabnya, seseorang tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara: kecerdasan, antusias (terhadap ilmu), kesungguhan, harta (bekal), bergaul dengan guru, dan waktu yang panjang.


Dan terakhir
Kami ingin mengucapkan
Marhaban bi tholibil ilmi
Selamat datang para penuntut ilmu
Semoga Allah memudahkan kalian dalam menuntut ilmu agama ini
Dan meninggikan derajat kalian karena ilmunya....
Continue Reading...