Latest Posts

Friday, 30 December 2016

Tips Jitu Menghafal Al Quran

2 comments:

TIPS JITU HAFAL AL QURAN


Ketika seseorang baru menghafal Al Quran, biasanya inginnya instan alias cepat hafal dan cepat jadi hafizh. Tujuannya macam-macam, dan yang umum adalah agar bisa berbangga-bangga dengan status hafalannya.

Disinilah letak kesalahannya, mengapa banyak orang berguguran saat fase menghafal, lantaran niat awal yang salah. Maka, amat penting meluruskan niat menghafal Al Quran, bukan lantaran karena tujuan utamanya dunia, akan tetapi haruslah akhirat yang menjadi tujuan utamanya. Sedangkan berbagai kenikmatan yang diterima di dunia, anggaplah sebuah bonus dari Allah. Cintai Al Quran dengan sepenuh hati, seakan jika kehilangannya maka seperti kehilangan seorang kekasih, serasa dunia telah usai.

Ketika seseorang menghafal, seringkali tergesa-gesa. Hanya mengulang 4 hingga 5 kali, lalu merasa cukup dan langsung lanjut ke ayat atau surat berikutnya. Padahal inilah yang salah !!!

Kawan
Menghafal itu sebuah proses, bukan jual beli. Dan hendaklah sebuah proses itu dinikmati, diresapi dan dihayati. Rasakan hingga ayat-ayat itu menyatu dengan darah daging kita, dan tertancap kuat di hati. Jangan sekali-kali berpikir untuk mempercepat proses menghafal, karena jika demikian biasanya hafalan akan cepat hilangnya. Percuma jika cepat hafal namun cepat pula lupanya. Ketika diuji hafalan, maka buruklah hasilnya. Oleh karena itu, pentingnya menghayati hafalan,adalah hal yang harus dijalani. Jika Surah An Naba ada 40 ayat, maka untuk menghafalnya setidaknya habiskan waktu sebulan, sembari meresapi kandungan surat tersebut. Jangan malu menghafal satu hari satu ayat. Malu lah saat hafalan sudah 30 juz namun hanya 30 surat yang kita hafal dan mengerti maknanya.

Cari info dan pelajari tentang keutamaan menghafal dan membaca Al Quran, untuk menambah motivasi dalam diri. Saat kita mengulang-ulang bacaan untuk menghafalnya, maka pahala kita pun akan terus bertambah.

Menghafal itu ibarat menabung harta yang nilainya tak pernah berkurang. Layaknya menabung di Bank, seringkali ada bonus yang diberikan tunai oleh Allah di tengah prosesnya. Pencairan bonus yang diberikan Allah di dunia tidak mengurangi takaran bonus yang kita terima di akhirat kelak. Seringkali bonusnya luar biasa, dan biasanya sesuai dengan yang diminta. Yang ingin hutangnya lunas, ingin pendidikan yang tinggi, ingin kaya, atau bahkan ingin dapat jodoh dan ingin segera menikah, bisa minta sebagai bonus menghafal di dunia. Hal demikian boleh dilakukan, dan bukan bagian dari ketidak ikhlasan.

Yuk, dari sekarang kita mulai menghafal Al Quran, agar kelak kita dapat menjadi ahlul quran dan mendapat syafaat di akhirat dari Al Quran...
Continue Reading...

Tata Cara Membaca Al Quran

No comments:

TATA CARA MEMBACA AL QURAN


Mayoritas ulama qiraat sepakat bahwa Al Quran dapat dibaca dengan beberapa macam bacaan, hal ini sesuai dengan dalil dalam Al Quran surah Al Muzammil: 20,

... فاقرؤوا ما تيسر من القرآن ...

Artinya: " ...Maka itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran ... "

Tata cara membaca Al Quran menurut para ulama, ada yang membagi dengan tiga macam, namun ada juga yang membagi empat macam. Disini akan mencoba membahas pembagian berdasarkan empat macam, yaitu membaca secara tahqiq, membaca secara tartil, membaca secara tadwir, dan membaca secara hadr.

Tahqiq ialah membaca Al Quran dengan memberikan hak-hak setiap huruf secara tegas, jelas dan teliti. Seperti memanjangkan mad, menyempurnakan harakat, serta melepas huruf secara pas makhrajnya, dengan perlahan, memperhatikan panjang pendeknya, waqaf dan ibtida, tanpa merampas huruf. Untuk memenuhi hal-hal tersebut, metode tahqiq tekadang tampak memutus-mutus dalam membaca huruf-huruf dan kalimat-kalimat Al Quran, dan cenderung seolah-olah ada saktah di antara kalimatnya. Durasi bacaan dengan cara tahqiq yaitu sekitar 45 - 60 menit per juz.

Sebagian ulama menganggap bahwa tahqiq dan tartil adalah sama. Walau begitu, terdapat perbedaan antara tahqiq dan tartil, yaitu tartil lebih menekankan aspek merenungi dan memahami kandungan ayat Al Quran tersebut, sedangkan tahqiq lebih ke arah aspek bacaan dengan tujuan membimbing ta'lim atau tahsinul Quran. Inilah yang menjadi dasar perbedaan antara ulama dalam membagi cara membaca Al Quran seperti yang disampaikan di awal materi tadi.

Tadwir ialah membaca Al Quran dengan memanjangkan mad, namun tidak sampai penuh. Tadwir merupakan cara membaca yang sering dipakai dalam shalat. Cara membaca inilah yang paling disukai oleh para ulama. Karena Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah berkata, "Janganlah kalian membaca Al Quran terlalu lambat seperti kurma yang berserakan, dan jangan pula terlalu cepat seperti syair." Durasi bacaan dengan cara tadwir sekitar 30 - 45 menit per juz.

Adapun Hadr yaitu membaca Al Quran dengan cepat, ringan dan pendek, namun tetap mengedepankan dan memakai peraturan-peraturan tajwid. Durasi bacaan dengan cara ini sekitar 25 - 30 menit.

Selain empat cara membaca Al Quran di atas, ada juga cara bacaan yang disebut Hazramah, yaitu membaca Al Quran dengan cepat, ringan, dan pendek, namun tidak memperhatikan peraturan tajwidnya. Cara baca ini sama sekali tidak dianjurkan oleh seluruh Imam Qiraat.
Continue Reading...

Saturday, 10 December 2016

Muqaddimah Ilmu Tajwid Al Qur'an

No comments:





MUQADDIMAH TAJWID AL QUR'AN

A. Definisi

Menurut bahasa, ilmu tajwid adalah memperbaiki dan memperelokkan atau memperindah sesuatu.
Sedangkan menurut istilah, tajwid adalah membaca Al Qur'an dengan benar sebagaimana bacaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, dengan cara mengeluarkan huruf dari makhrajnya secara benar, memenuhi sifatnya dan memperhatikan hukum bacaannya.

Ilmu tajwid adalah sebuah disiplin ilmu yang menguraikan dan mempelajari cara bacaan Al Qur'an dengan baik dan benar. Di antara hal-hal yang dibahas adalah tempat keluar huruf (makhorijul huruf), hubungan antar huruf (ahkamul huruf), tentang panjang pendeknya ucapan (ahkamul maddi wal qasr), dan bagaimana memulai dan menghentikan bacaan (ahkamul waqf wal ibtida).

B. Hukum

Hukum mempelajari teori ilmu tajwid adalah fardhu kifayah atau merupakan kewajiban kolektif. Sedangkan hukum mempraktekkan ilmu tajwid dalam membaca Al Qur'an ialah fardhu 'ain atau kewajiban setiap individu. Sebagaimana yang termaktub dalam Al Qur'an surah Al Muzammil (73) ayat 4.

Menurut Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, yang dimaksud dengan tartil adalah tajwid. Saat beliau ditanya "Wahai Ali, apa maksudnya membaca Al Qur'an dengan tartil ???
Beliau menjawab:



Artinya: "Tartil adalah membaguskan huruf-huruf dan mengetahui tempattempat waqafnya."

Rasulullah juga menjelaskan dalam hadits;

زينواالقرآن باصوا تكم


Artinya: "Hiasilah Al Qur'an dengan suara kalian." (HR. Abu Daud dan An-Nasa'i)

Kewajiban penggunaan tajwid ketika membaca Al Qur'an dijelaskan pula oleh Imam Muhammad Ibnu Jazari (wafat 833 H) dalam kitabnya yang berjudul Muqaddimah dengan bait-bait berikut:


Artinya: "Membaca Al Qur'an dengan tajwid itu hukumnya  wajib. Siapa yang tidak membacanya dengan tajwid adalah orang yang berdosa. Karena Allah subhanahu wa ta'ala menurunkannya dengan tajwid. Dan demikianlah Al Qur'an dari-Nya sampai kepada kita. Tajwid adalah ciri khasnya tilawah. Sekaligus tandanya suara dan qira'at."

C. Tujuan



Artinya: "Menjaga lisan dari kesalahan ketika membaca ayat-ayat suci Al Qur'an atau mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat."

Wa'zi atau pencetus ilmu tajwid yakni para imam qira'at (a immatul qira'at). Tentu saja pastinya wa'zi asli dari semua ilmu hakikatnya adalah Allah Azza wa Jalla, sesuai dengan sifatnya 'Aalimul Hakiim.

Mempelajari ilmu tajwid sangat mulia dan lebih diutamakan karena tajwid merupakan salah satu ilmu yang langsung berhubungan dengan Al Qur'an. Mempelajari ilmu tajwid memiliki banyak faedah atau keutamaan. Di antara keutamaannya, yaitu:

1. Merupakan Amal Terbaik

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur'an dan mengajarkannys." (HR. Bukhari)

2. Memberi Syafaat Di Hari Kiamat

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه


Artinya: "Bacalah Al Qur'an, sesungguhnya ia pada hari Kiamat akan datang menolong pembacanya." (HR. Muslim)

3. Mendapatkan Derajat Yang Tinggi dan Pahala Yang Banyak

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ،

وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

Artinya: "Orang yang membaca Al Qur'an dan dia mahir membacanya, akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan yang membaca Al Qur'an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari no. 4937 dan Muslim no. 244)

4. Mendapat Sakinah dan Rahmat

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikelilingi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya. (HR. Muslim no. 2699)

5. Menjadi Pembeda Antara Mu'min dan Munafiq

 مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ  .

Artinya: "Perumpaan seorang mu'min yang rajin membaca Al Qur'an adalah seperti buah Al Atrujah; aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an adalah seperti buah Tamr (kurma); tidak ada aromanya namun rasanya manis. Perumpaan seorang munafiq, namun ia rajin membaca Al Qur'an adalah seperti buah Raihanah; aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al Qur'an adalah seperti buah Hanzhalah; tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit." (HR. Bukhari no. 5427 dan Muslim no. 797)

Continue Reading...

Wednesday, 7 December 2016

Selamat Datang Wahai Para Penuntut Ilmu


MARHABAN BI THOLIBIL 'ILMI


Sesuatu yang sangat mulia, berharga nan tak ternilai harganya, pastilah butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkannya. Harus melalui jalan yang panjang dan berliku serta banyak halang rintangan. Dan ketahuilah, itulah ilmu agama Islam. Suatu hal di dunia ini yang tidak ada yang lebih mulia daripada itu.

Maka siapapun yang ingin mendapatkannya, dia harus siap membayarnya dengan rasa letih. Harus rela mengorbankan sebagian waktu tidurnya dan mengorbankan sebagian besar kelezatan duniawi demi menguasai ilmu syar'i.

Telah banyak kita dapatkan contoh-contoh pengorbanan dari ulama terdahulu. Salah satunya seperti yang dinukilkan oleh Ibnu Jauzi, yang harus rela menahan keinginan terhadap sebuah makanan sampai bertahun-tahun lamanya, karena tidak mampu membelinya lantaran waktu penjualan makanan tersebut bentrok dengan waktu belajarnya.

Seperti halnya orang yang ingin memperoleh mutiara yang sangat indah di dalam lautan, maka ia harus siap menyelami dalamnya lautan itu berikut merasakan bahayanya. Begitu pula orang yang ingin mendapatkan madu dari sarang lebah di atas pohon, maka ia harus rela memanjat pohon itu dan disengat oleh lebah.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Asy Syafi'i dalam kitabnya, seseorang tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara: kecerdasan, antusias (terhadap ilmu), kesungguhan, harta (bekal), bergaul dengan guru, dan waktu yang panjang.


Dan terakhir
Kami ingin mengucapkan
Marhaban bi tholibil ilmi
Selamat datang para penuntut ilmu
Semoga Allah memudahkan kalian dalam menuntut ilmu agama ini
Dan meninggikan derajat kalian karena ilmunya....
Continue Reading...